Mengenal Doom Scrolling
Doom Scrolling
Era digital ini, platform menghibur seperti TikTok, Instagram, Youtube, dan Twitter sangat mendominasi. Apalagi kini hadir kebiasaan yang semakin umum terjadi, yaitu doom scrolling.
Istilah seperti ini sering merujuk pada perilaku seseorang yang terus-menerus menscroll layer untuk melihat berbagai informasi, meskipun emosional sering berubah saat itu juga.
Apa Itu Doom Scrolling?
Doom scrolling biasanya terjadi ketika seseorang terjebak dalam arus berbagai informasi, baik itu konten penuh konflik, berita buruk, atau informasi yang memicu kecemasan.
Alih-alih berhenti, pengguna justru terdorong untuk terus mencari informasi lain. Alasannya karena hal ini di picu oleh rasa penasaran, ketakutan akan ketinggalan informasi (fear of missing out), serta algoritma platform yang menyajikan konten serupa secara berulang.
Baca juga: Beberapa Jenis Konten yang Bakal Gampang Viral
Dampak Doom Scrolling?
Dampaknya tidak bisa di anggap sepele. Kebiasaan seperti ini dapat memengaruhi Kesehatan mental seperti meningkatkan stress, kecemasan, hingga merusak suasana hati. Waktu yang di habiskan akan sangat besar tanpa di sadari, jadi banyak aktivitas positif yang bisa terlewatkan begitu saja.
Untuk mengatasi kebiasaan ini, pengguna harus lebih memperhatikan cara Mereka dalam mengonsumsi konten. Membatasi waktu penggunaan media social, memilih akun yang memberikan dampak positif, serta selalu istirahat dari layer bisa menjadi langkah yang baik dalam mengatur aktivitas digital.
Dengan mencoba mengatur pola aktivitas yang lebih sehat, membuat hidup Kamu lebih positif dan sehat.

